Aturan utama yang menjadi landasan adalah Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Peraturan ini menggantikan aturan sebelumnya dan memberikan kejelasan mengenai jenis-jenis cuti, syarat, serta prosedur pengajuannya.
Jenis-jenis Cuti bagi PPPK
Sama seperti PNS, PPPK memiliki hak untuk mengajukan beberapa jenis cuti.
-
1. Cuti Tahunan
Setiap PPPK yang telah bekerja paling sedikit satu tahun secara terus-menerus berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja. Sisa cuti yang tidak diambil pada tahun berjalan dapat digunakan pada tahun berikutnya, dengan batas maksimal enam hari kerja.
Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun yang bersangkutan, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun berjalan. Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan.
PPPK yang menjalankan cuti tahunan tetap menerima penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
-
2. Cuti Sakit
Jika PPPK mengalami sakit, mereka berhak atas cuti sakit. Untuk sakit yang membutuhkan waktu pemulihan kurang dari 14 hari, cukup menyampaikan surat keterangan sakit secara tertulis kepada atasan langsung atau pejabat lain yang setara dengan melampirkan surat keterangan dokter. Jika sakit lebih dari 14 hari, wajib melampirkan surat keterangan dari dokter pemerintah atau rumah sakit pemerintah. Cuti sakit ini tidak mengurangi hak cuti tahunan. Lamanya hak atas cuti sakit paling lama 1 (satu) bulan. Jika ada PPPK yang mengalami gugur kandungan, berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1 1/2 (satu setengah) bulan.
PPPK yang menjalankan cuti sakit tetap menerima penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
-
3. Cuti Melahirkan
PPPK perempuan berhak mendapatkan cuti melahirkan selama tiga bulan. Cuti ini dapat diambil untuk kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiga. Cuti ini tidak berlaku untuk kelahiran anak keempat dan seterusnya. PPPK yang menggunakan hak cuti melahirkan, tetap menerima penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
-
4. Cuti Bersama
Pemerintah dapat menetapkan cuti bersama pada hari-hari besar keagamaan atau libur nasional. PPPK tetap berhak atas cuti bersama ini. Cuti bersama tidak mengurangi jatah cuti tahunan. PPPK yang karena jabatannya tidak menggunakan cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak digunakan, dan hanya dapat digunakan pada tahun berjalan.
Prosedur Pengajuan Cuti
Untuk menggunakan cuti PPPK mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti.
Atasan langsung atau pejabat lain yang setara memberikan pertimbangan persetujuan atas pengajuan Cuti yang diajukan PPPK. Atasan langsung atau pejabat lain yang setara memberikan pertimbangan berupa menyetujui, mengubah, menangguhkan, atau menolak pengajuan Cuti yang diajukan PPPK.
Sumber Referensi:
- Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2022.
- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).